Kuis Edmodo RB WAN
Soal
1. Pengertian Repeater suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WiFi yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WiFi? Jelaskan dan Beri Contoh
2. Bridge jaringan adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi didalam Model OSI
3. Pengertian Router adalah? Router dapat melakukan fungsi diantaranya, sebutkan minimal 3 fungsi dari router
4. Sebutkan minimal 3 yang termasuk hardware jaringan dan jelaskan fungsi hardware tersebut
5. Perbedaan HUB dan Switch
Jawaban
1. Repeater berfungsi sebagai penguat sinyal yang lemah. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal WiFi (Acces Point). Contoh : Jika kita berjalan jalan ke hutan tentu sinyal akan sulit didapat, oleh karena itu kita membutuhkan Repeater sebagai penguat sinyal.
2. Bridge jaringan beroperasi didalam lapisan Layer 2 (data-link) pada Model OSI
3. Router adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protokol ke anggota jaringan lainnya.
Fungsi Router :
- Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya
- Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar yang disebut dengan Internetwork
- Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi, seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL)
4. Komponen Hardware Jaringan :
- Bridge : Digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan
- HUB : Sebagai Transmisi pengambilan data dari komputer Client
- Router : Mengatur jalur sinyal secara effisien
- Switch : Penghubung komputer atau penghala pada satu area yang terbatas
- Repeater : Berfungsi memperluas jangkauan sinyal WiFi yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WiFi
5. Switch dan HUB sebenarnya memiliki fungsi yang sama, karena dengan menggunakan salah satu diantaranya kita tetap bisa membuat Jaringan Komputer, tapi penggunaan Switch akan lebih cepat daripada HUB apalagi bila karingan yang kita punya sangat besar.
Minggu, 31 Agustus 2014
Rabu, 13 Agustus 2014
Cara Pemrosesan dan Pengaksesan data Host Terminal, Client-Server, dan Peer To Peer
Host-Terminal
Dimana
terdapat sebuah atau lebih server yang di hubungkan dalam suatu dumb terminal.
Karena Dumb Terminal hanyalah sebuah monitor yang di hubungkan dengan
menggunakan kabel RS-232, maka pemrosesan data di lakukan dalan server , oleh
karna itu maka suatu server haruslah sebuah sistem komputer yang memiliki
kemampuan pemrosesan data yang tinggi dan penyimpanan data yang sangat besar.
Jaringan host terminal adalah jaringan yang menggunakan
server yang dihubungkan dengan suatu dump terminal. Pada jaringan ini digunakan
sebuah komputer sebagai server dan monitor yang berfungsi sebagai dump
terminal. Dump terminal penginput dan pemakai atau output saja, sedangkan
pemrosesan data sepenuhnya dilakukan oleh server. Dengan model host komputer
yang digunakan sebagai server hasruslah memiliki kemampuan yang tinggi karena
berfungsi sebagai pemroses semua data yang dimasukkan melalui dump terminal.
Pada jaringan ini komputer server dihubungkan menggunakan kabel serial atau
RS-232 dari keluaran terminal pada komputer server.
CLIENT
Server
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg
mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah
desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi
ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Prinsip kerja pada arsitektur ini sangat sederhana, dimana
Server akan menunggu permintaan dari Client, memproses dan memberikan hasil
kepada Client, sedangkan Client akan mengirimkan permintaan ke Server, menunggu
proses dan melihat visualisasi hasil prosesnya.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi,
tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1.
Servis (layanan)
- Hubungan antara
proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
- Pemisahan fungsi
berdasarkan ide layanannya
- Server
sebagai provider, client sebagai konsumen
2. Sharing resources (sumber daya): Server bisa melayani beberapa client pada
waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam
menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris ): Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan
server menunggu secara pasif request dari client.
4. Transparansi lokasi: Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang
sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah
diakses dari client.
5.
Mix-and-Match :
Perbedaan server client platforms
6. Pesan berbasiskan komunikasi; Interaksi server dan client melalui
pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
7. Pemisahan interface dan implementasi: Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi
client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.
- Client Server
System
- Client / Server
Application
Komponen
dasar Client Server
Pada
dasarnya Client Server terdiri dari 3 komponen pembentuk dasar, yaitu Client,
Middleware, dan Server. Gubungan dari ketiganya dapat digambarkan sebagai
berikut:
Berikut Prosesnya
Kelebihan koneksi dengan cilent server antara
lain sebagai berikut :
a. Kecepatan akses lebih tinggi karena
penyediaan fasilitas jaringan dan pengolahannya dilakukan secara khusus oleh
satu komputer sebagai workstation.
b. Sistem keamanan dan administrasi lebih baik
karna terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator, yang
mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
c. Sistem back-up data lebih baik, karna back-up
pada jaringan client server di lakukan terpusat di server yang akan memback-up
data.Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karna data tidak tersebar dibeberapa komputer.
Kelemahan koneksi dengan client server, antara
lain sebagai berikut :
a. Biaya operasional relatif lebih mahal
b. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang
berkemampuan lebih untuk di tugaskan sebagai server.
c.Kelangsungan jaringan sangat tergantung
dengan server, apabila server mengalami kegangguan maka secara keseluruhan jaringan
akan terganggu.
Peer to Peer
Komputer
pada sebuah jaringan peer-to-peer dapat berfungsi sebagai sebuah client maupun
sebagai sebuah server, jaringan peer-to-peer tidak memiliki kontrol terpusat
(centralized control) pada sumber daya yang terbagi (shared resources).
Semua pengguna (user) pada
jaringan peer-to-peer dapat bertindak sebagai administrator jaringan, sehingga
setiap pengguna jaringan dapat mengatur hak akses sumber daya pada komputer
yang digunakannya. Pengguna mungkin saja memberikan hak akses tidak terbatas
(unlimited access) pada sumber daya lokal, atau memberikan ijin hanya pada
sumber daya tertentu. Setiap pengguna dapat memutuskan apakah pengguna lain
dapat meng-akses sumber daya secara sederhana hanya dengan melakukan permintaan
(requesting), atau harus menggunakan kunci (password).
Selain itu jika sebuah
komputer sedang di akses sumber dayanya oleh pengguna lainnya melalui jaringan,
maka pengguna pada komputer tersebut akan merasakan penurunan unjuk kerja
(performance) dari komputer yang sedang digunakannya.
Pada sebuah jaringan peer-to-peer
tidaklah mudah untuk mengorgranisasi data yang ada, karena setiap komputer
dapat berfungsi sebagai server. Hal ini menyulitkan pengguna untuk selalu
mengetahui informasi yang dicari berada pada komputer yang mana. Jika setiap 10
pengguna bertanggung jawab pada sebuah kumpulan dokumen, salah seorang dari
mereka mungkin harus meng-akses ke 10 komputer untuk mencari file tertentu.
Untuk memasang (install)
jaringan peer-to-peer termasuk mudah dan murah. Jaringan peer-to-peer umumnya
hanya membutuhkan sebuah sistem operasi seperti: Ms. Windows 95 atau Windows
for Workgroups, pada komputer yang memiliki kartu jaringan (NIC=Network
Interface Card) dan media jaringan yang sama. Begitu komputer terhubung,
pengguna dapat segera membagikan informasi dan sumber dayanya.
Selasa, 26 November 2013
Cara mengkonfigurasi DNS, MAIL, dan WEBMAIL server pada debian 5.3
Assalamu'alaikum guys ;;)
udah lama nih gapernah posting lagi u,u
oyaa kali ini gue bakal nge share tentang Cara mengkonfigurasi DNS, MAIL, dan WEBMAIL server pada debian 5.3 nih ;)
cek this out -->>
Dan ganti dhcp menjadi static, Lalu ubah menjadi seperti ini
:
udah lama nih gapernah posting lagi u,u
oyaa kali ini gue bakal nge share tentang Cara mengkonfigurasi DNS, MAIL, dan WEBMAIL server pada debian 5.3 nih ;)
cek this out -->>
Hal yang pertama untuk melakukan konfigurasi ini install dulu debian 5.3 nya
login dan masuk ke su (super user)
Selanjutnya Configurasi Network Interfaces dan Tambahkan IP
Virtual masukan perintah :
nano /etc/network/interfaces
maka akan muncul tampilan seperti ini
Setelah reboot dan cek interface nya :
Ketik ifconfig
Setting Network pada pc client
Kemudian Cek Koneksi dari Client ke Server melalui Command Prompt
dan cek juga koneksi dari server
ke client
Langkah berikutnya :
Install Bind
apt-get install bind9
cd /etc/bind
lalu ubah setingannya menjadi : nano
named.conf.local
nano named.conf.options juga ubah menjadi :
Kemudian lanjutkan dengan settingan:
Cp db.local db.dewi
Cp db.127 db.anggrae
nano db.dewi ubahlah
menjadi :
Dan pada db.anggrae
ubah menjadi : nano db.anggrae
Pastikan semua settingan itu dilakukan dengan teliti agar
tidak terjadi kesalahan Jika sudah yakin kemudian restart bind9 nya.
/etc/init.d/bind9 restart
Setelah itu buka resolv.conf dan tambahkan :
nano /etc/resolv.conf
Bila sudah selesai kita dapat mengeceknya dengan menggunakan
perintah :
nslookup ns.dewi.net
nslookup www.dewi.net
nslookup mail.dewi.net
Kemudian cek juga melalui client
Langkah selanjutnya :
Setelah konfigurasi DNS Server selesai maka kita dapat
melanjutkan pada konfigurasi Mail Server dan Webmail Server. Untuk lebih cepat
dan efesiensi waktu, instalasi dapat dilakukan secara sekaligus yaitu dengan
cara :
apt-get install apache2 php5 postfix squirrelmail
courier-imap courier-pop
untuk settingannya pilihlah :
create directories : no
general type :
internet site
system mail name : dewi.net
kemudian tambahkan pada baris terakhir dalam konfigurasi
apache.conf nya
nano /etc/apache2/apache2.conf
tambahkan :
Include /etc/squirrelmail/apache.conf
tambahkan juga pada baris terakhir settingan squirrelmail
nya
nano /etc/squirrelmail/apache.conf
tambahkan seperti pada gambar :
Setelah itu kemudian restart
/etc/init.d/apache2 restart
Bukalah browser pada pc client dan masukan url nya mail.dewi.net
Jika instalasi dan settingannya sudah benar maka akan tampak
tampilan :
Untuk melanjutkan membuat direktori sebaiknya kita berada
pada posisi sebagai root (/) karena dalam beberapa kasus mail server tidak
berjalan sebab saat menjalankan perintah maildirmake posisi kita masih berada
di /etc/bind.
Selanjutnya ketik :
maildirmake /etc/skel/Maildir
Untuk menambahkan user dan settingannya dapat dilakukan
dengan :
Adduser anggrae
Dpkg-reconfigure postfix
general type :
internet site
system mail name : ahsan.net
root and postmaster : [kosongkan]
other destination : pada baris terakhir tambahkan 0.0.0.0/0
Force synchronous : no
Local network : 0.0.0.0/0
Use procmail : No
Mailbox size : 0
Local address : +
Internet protocols : ipv4
system mail name : ahsan.net
root and postmaster : [kosongkan]
other destination : pada baris terakhir tambahkan 0.0.0.0/0
Force synchronous : no
Local network : 0.0.0.0/0
Use procmail : No
Mailbox size : 0
Local address : +
Internet protocols : ipv4
nano /etc/postfix/main.cf
Pada baris terakhirnya tambahkan :
home_mailbox = Maildir/
setelah itu baru kemudian restart semuanya..
/etc/init.d/postfix restart
/etc/init.d/courier-imap restart
/etc/init.d/courier-pop restart
Untuk mengeceknya lakukanlah pengiriman email dengan
menggunakan pc client dan dan kita dapat melihat hasilnya seperti tampilan
berikut :
Nahh begitulah tutorial Cara mengkonfigurasi DNS, MAIL, dan WEBMAIL server pada debian 5.3 ;)
gimana? pada ngerti engga?? kalo masih engga ngerti liat aja nih video tutorial http://www.youtube.com/watch?v=oXMxx2fdegw
Semoga bermanfaat ;;)
Jumat, 07 Juni 2013
Printer Sharing (ʃ⌣ƪ)
How to Printer Sharing / cara Printer
Sharing (WIN 7)
Saya
akan menjelaskan tentang bagaimana cara men-sharing printer dengan
komputer-komputer lain tanpa harus menggunakan kabel dan koneksi internet.
Keuntungan
printer sharing : dapat digunakan (mengeprint data) oleh komputer-komputer lain
walupun tidak terhubung langsung dengan printer tersebut.
Begini
nih cara men sharing printer :
· UNTUK komputer server
(yang terhubung langsung dengan printer)
1. Untuk bisa
men-sharing printer ke komputer lain pertama-tama Anda harus membuat ad hoc,
untuk mengetahui cara membuat ad hoc anda bisa baca dibawah artikel ini
2. Pastikan driver printer
sudah ter-install.
3. Setelah ad hoc
dibuat. klik star -> Device and printers
· UNTUK komputer client
(orang yang akan mengakses printer lewat ad hoc)
4. Pilih printer yang
akan di sharing, lalu klik kanan -> “printer properties”
5. Akan muncul tab yang
baru, pilih kotak “sharing”dan akan mucul menu sharing printer, seperti nama
printer yang akan di sharing dan lain-lain, klik OK.
1. Terhubung/
conect dengan jaringan ad hoc yang telah dibuat server
2. Ubah
IP address kamu, dan cocokkan dengan IP address server (bedakan angka
terakhirnya saja)
Untuk
mencocokan IP addtress kamu dengan IP address kamu bisa melihatnya di “status”
pada network / ad hoc tersebut.
3. Setelah conected
dengan server, cek ulang apakah kamu benar-benar terhubung atau belum.Cara
mengeceknya dengan menggunakan CMD lalu klik “ping (nomor IP address server)”
**tanpa tanda kutip dan tanda kurung
Jika
hasilnya seperti diatas atau ada balasan “reply from” berarti kamu benar-benar sudah
terhubung. Setelah itu
4. Agar lebih cepat,
Buka Run, dengan cara klik (windows + R) lalu masukan IP address server
tersebut. Dengan awalan backslash “\\” (hilangkan tanda kutip
5. Dan kamu bisa melihat
file yang di sharing si server, lalu pilih icon printer yang di sharing.
6. Kamu tinggal ngeprint
deh, (tanpa harus terhubung dengan printernya langsung)
Semoga
berhasil :)
Mmm Ad Hoc??
Ad Hoc itu apaa yaaa??? (¬_¬")
Salah satunya Ad hoc ini gunanya adalah untuk menghubungkan antara Computer dengan computer. Jadi jika menggunakan ad hoc kita tidak perlu menggunakan kabel LAN / UTP untuk menghubungkan 1 komputer dengan komputer lainnya. Disini kita hanya tinggal membuat sebuah jaringan / koneksi. (tapi tidak menggunakan koneksi INTERNET) lalu menunggu komputer client (komputer yang akan dihubungkan) masuk . setelah masuk maka komputer client tersebut sudah terhubung dengan komputer server.
Salah satunya Ad hoc ini gunanya adalah untuk menghubungkan antara Computer dengan computer. Jadi jika menggunakan ad hoc kita tidak perlu menggunakan kabel LAN / UTP untuk menghubungkan 1 komputer dengan komputer lainnya. Disini kita hanya tinggal membuat sebuah jaringan / koneksi. (tapi tidak menggunakan koneksi INTERNET) lalu menunggu komputer client (komputer yang akan dihubungkan) masuk . setelah masuk maka komputer client tersebut sudah terhubung dengan komputer server.
Ad
hoc ini biasa digunakan untuk : File sharing, Printer sharing, DAN LAINNYA.
Cara
membuat ad hoc untuk dapat berhubungan dengan komputer lain.
Ini
nih cara yang saya tau :
11. Ubah IP address kita
agar bisa satu jalur dengan computer client nanti.
1,
buka “open and network sharing center” pilih “change adapter setting”
2,
pilih “wireless Network conection” klik kanan -> Properties.
3,
klik “internet protocol version 4 (TCP/IPv4)”
Lalu
pilih “use the following IP address” dan ubah angka IP nya.
Ada
3 kelas pilihan IP address.
- Kelas A = contoh IP (
10. . . ) hanya 1 part yang harus sama
angkanya.
- Kelas B = contoh IP (
10.10. . ) 2 part yang harus sama angkanya.
- Kelas c = contoh IP (
192.168.10. ) 3 part yang harus sama angkanya.
Disini
kita (server) akan memakai IP address kelas C , yaitu 192.168.10.1
Ok.
22. Buka “open and
network sharing center”
33. Klik
set up a new conection or network
. Pilih set up a
wireless ad hoc , next
Buat ad hoc sesuai dengan perintah yang ada,
(disini saya contohnya sudah membuat ad hoc dengan nama “file sharing”)
selesai. Tinggal menunggu client
Selasa, 06 November 2012
Perawatan PC menggunakan software utilitas yang tersedia pada windows
MELAKUKAN PERAWATAN PC MENGGUNAKAN SOFTWARE UTILITAS/TOOL YANG TERSEDIA
PADA WINDOWS
Untuk melakukan perawatan PC,
terlebih dahulu harus mengetahui informasi komponen yang terpasang pada PC.
Informasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan software utilitas/tool yang
tersedia pada windows ataupun software yang disertakan oleh vendornya.
Melakukan perawatan PC menggunakan
software utilitas/tool yang tersedia pada windows
Beberapa tool yang digunakan untuk
mengecek komponen PC:
-
Device
Manager
-
Bios
-
Direct
X
-
Disk
Defragment
-
Scan
Disk
-
Free
RAM XP pro 1.40
Berikut kondisi dari masing-masing
komponen yang perlu diketahui :
1.
Device Manager
Device Manager adalah sebuah tool dari windows yang berfungsi
untuk melihat dan mengatur konfigurasi macam-macam hardware yang ada di PC
kita.
Kegunaan Device Manager antara lain :
-
Merubah
konfigurasi hardware
-
Melihat
hardware berfungsi dengan baik atau tidak
-
Update
driver
-
Mengaktifkan
atau menonaktifkan hardware tertentu
-
Melihat
daftar hardware
Langkah-Langkah untuk melihat device manager :
→Klik kanan start
→Lalu
pilih Device Manager
→Nahh
ketemu Device Mangernya, dan akan menampilkan seperti ini :
2.
BIOS
BIOS (Basic Input
Output System ) kumpulan aplikasi perangkat lunak dasar
dalam komputer anda. Aplikasi ini dapat mengatur sejumlah konfigurasi
dasar dalam kompute , melakukan inisialisasi, menjalankan dan memuat sistem
operasi, dan membantu sistem pada komputer hingga dapat berjalan dengan baik.
Fungsi BIOS :
1. Mengenali
semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
2. Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
3. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
4. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
2. Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
3. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
4. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Langkah- Langkah menampilkan BIOS pad PC anda,dengan cara berikut
1. matikan komputer anda dahulu
2. lalu nyalakan kembali
3. pada booting PC,langsung anda pencet F2 pada keyboard PC anda
dan akan tampak seperti gambar disamping

3.
Direct X
Direct X adalah aplication programming Interfaces yang berfungsi untuk mengizinkan aplikasi, seperti game,untuk
"be“bicara" pada hardware dan programming interfaces yang paling
populer untuk video card.
Langkah-langkah
:
→Search/cari
dan ketik dxdiag
Lalu akan
muncul tampilan seperti pada gambar disamping.
→Lalu klik dxdiag
→Lalu dxdiag akan muncul seperti ini

4. Disk Defragment
Disk Defragment
adalah Proses yang dilakukan oleh utilitas pada sistem operasi Microsoft
Windows yang bernama Disk Defragmenter untuk meningkatkan kecepatan akses data
pada harddisk dengan melakukan pengaturan ulang file yang tersimpan di
dalamnya. Pengaturan ulang file tersebut menggunakan teknik yang disebut
defragmentasi untuk membuatnya menempati lokasi penyimpanan secara berdekatan
antara satu dengan yang lain.
Langkah-Langkah
:
→Pertama
search/cari dan pilih setting

→Lalu ketik “disk defragment” pada kolom search dan
→pilih Defragment and optimize your device
→dan akan
muncul tampilan seperti ini

5.
ScanDisk
ScanDisk adalah sebuah utilitas yang
disediakan windows yang berguna sebagai utility scan pada harddisk , scandisk
dapat digunakan untuk memeriksa adanya eror pada harddisk yang disebabkan
shutdown yang tidak normal, virus dan yang tidak normal lainnya.
Langkah-Langkah scandisk :
→Klik kanan disk drive yang akan di
scandisk
(misal Local disk C)

→Klik propertis
→lalu akan muncul tampilan seperti
ini
→Lalu
klik tools dan klik analyze
Langganan:
Postingan (Atom)















































